Kamis, 17 Oktober 2019

Beberapa Peraturan Nama Bayi di Berbagai Negara


Nama merupakan doa dan juga harapan. Karena sebagai pasangan yang sedang menunggu kelahiran bayi, sudah pasti mencari nama bayi mereka. Namun taukah anda? beberapa negara melarang pengunaan nama nama untuk bayi, jadi pasutri tidak bisa asala memilih nama. Hal ini diterapkan lewat aturan-aturan pemerintah di setiap daerah. Dengan berbagai alasan yang menjadikan nama-nama tersebut dilarang di negara tersebut. Berikut dibawah ini jika anda penasaran dengan beberapa negara yang melarang pengunaan satu nama untuk bayi.

Selandia Baru 

Seluruh nama bayi di New Zealand harus disetujui oleh pemerintah. Berdasarkan laporan dari CNN, nama yang diberikan kepada bayi tidak boleh menyinggung seseorang, tidak terlalu panjang, dan tikda berhubungan dengan nama, maupun peringkat sebuah jabatan. Seperti halnya King, Lucifer, 4Real, Messiah, Anal.

Islandia 

Di islandia, orangtua harus memilih nama berdasarkan daftar yang sudah ditetapkan. Ada itar 1.853 nama untuk anak permpuan dan 17.12 nama anak laki-laki, jika memiliki pilihan nama sendiri, mereka harus meminta izin kepada tim khusus terlebih dahulu. 

Selain itu, nam panggilan harus mengikuti tata bahasa tertentu dan mengandung huruf abjad Islandia. Nam yang dipilij juga mesti secara spesifik menerangkan gender ana dan tidak akan mempermalukannya. Ada Dua contoh nama yang dilarang digunakan adalah Harriet dan Duncan.

Denmark 

Karena Denmark merupakan negara bagian Scandinavia. Hal ini menjadikan Denmark juga serupa dengan Islandia. Denmark memiliki aturan ketat dalam hal pemberian nama. Orangtua diminta untuk memilih nama diantara 7.000 lebih nama yang sudah disetujui oleh pemerintah, Bila nama yang dipilih tidak terdaftarm mereka harus mengantongi izin dari gereja dan pemerintah sebelum menggunakannya. Nama bayi harus mewakili gender dan tidak boleh terdengan aneh. Seperti halnya nama nama yang dilarang di Denmark yaitu Anus, Pluto Dan Monkey.

Jepang

Di Jepang, pemerintah setempat dapat menolak nama bayi yang diajukan oleh ornag tua, jika dianggap tidak lazim. Bayi hanya boleh diberikan 1 nama dan nama keluarga saja, Nama yang dilarang di Jepang adalah Akuma, yang berarti Inggris.

Cina 

Di Negeri Panda ini, Orang tua diminta untuk membuat nama bayi berdasarkan karakter huruf Cina yang tersedia. Hal tersebut dilakukan agar nantinya memudahkan scanner komputer membaca kartu penduduk milik sang bayi. Sebagai tambahan, angka, symbol dan karakter di luar bahasa CIna tidak boleh digunakan. Bahkan adal juga orang tua yang menamai nama mereka dengan tambahan dari “@” yang dibaca ‘ai-ta’ dalam bahasa Cina. Yang berarti love him. Sayangnya tanda ‘@’ dilarang oleh pemerintah Cina

Jerman 

Nama bayi di Jerman harus mewakili gender dan tidak mempermalukannya ketika dewasa. Nama keluarga, objek, serta produk tidak boleh digunakan sebagai nama pertama, Jika nama bayo yang didaftarkan ditolak pemerintah, orang tua berhak mengajukan banding. Apabla orangtua kalah, mereka harus mencari nama lainnya, Kohl, Matii, Schroeder, Osama adalah beberapa nama yang tidak boleh diginakan di negara Jerman.

Meksiko

Pemerintahan Meksiko sedang benar benar gencar dan pehatian terhadap kasus “Bullying” yang kerap terjadi di masyarakat. Karenanya, sebagai bentuk perlindungan terhadap anak. Mereka melarang pemberian nama yang sekiranya dapay menjadi bahan hinaan dan juga diskriminasi. Negara ini melarang orangtua menamai anak mereka dengan nama, Circumcision, Rolling Stone dan juga Lady.

0 komentar:

Posting Komentar